Pukul 06.00 tanggal 18 Mei 2024 di Siberia.
Tepatnya di area 2 lembah bukit yg saling menghadap. Tampak di tengah kedua lembah itu terdapat area padang yg sangat luas. Di lembah barat terdapat resimen tameng. Walaupun dingin mereka tetap tegar dan bersiap dengan kedatangan musuh.
Sunyi, benar-benar sunyi. Tidak ada binatang2, pohon2 tampak diam, angin tak ada yg bergerak, pertanda akan terjadi perang. Resimen tameng tampak seperti patung, bersiap melawan musuh yg menyerang.
Lalu terdengarlah suara yang berasal dari arah lembah timur. Tidak jelas apa suaranya, tapi yg pasti itu teriakan yg berbunyi
"Banzai"
kemudian suara itu diikuti oleh beberapa suara lainya sehingga terdengar suara yg sangat keras dan serentak.
"SIBERIA MEMBARA"
Lalu terdengar suara tembakan, tembakan artileri menyerang resimen tameng. Ledakan pun membakar lembah barat, prajurit terluka.
lalu kolonel teriak "PERTAHANKAN POSISI". Itulah mereka pasukan kaji syueb, walaupun terluka tetap mereka berani dan pantang menyerah. Lalu tembakan artileri kedua menuju daerah itu.
Duarrrr......
Suara ledakan yg benar2 menggetarkan area itu sampai resimen lain ikut merasakanya, benar2 suara yg mengerikan.
walaupun api berkobaran dimana-mana, resimen tameng masih tetap di posisinya masing-masing. Bagi mereka kematian adalah bayaran yg pantas diterimanya, untuk perdamaian dunia.
Lalu tembakan semua artileri ketiga menyerang mereka secara beruntun, kali ini tembakan yg dihasilkan sangatlah dahsyat. Api dimana-mana, ledakan melubangi tanah, pohon terbakar, dan kapten pemimpin resimen itu tewas. Kemudian pasukan itu tercerai berai, tetapi mereka tetap kuat.
Di balik bukit itu toski, bajang, laksmi dan prajurit lainya mendengar suara ledakan yg benar2 dahsyat tidak ada hentinya. Mereka semua menunggu perintah dari kolonel kaji syueb, walaupun dari dalam hatinya mereka ingin berperang dan membantu kawanya.
Selama 10 menit serangan beruntun artileri jepang, tidak ada lagi tembakan. Kemudian seorang prajurit berpangkat mayor yg menggantikan posisi komandan resimen berteriak. "KEMBALI PADA POSISI", pasukan dengan sigap kembali dari posisinya masing2 setelah tercerai berai akibat ledakan artileri. Setelah tembakan artileri jepang, tampak suasana sunyi. Tapi itu tidak akan lama.
Semenit kemudian di lembah timur yg ditanami banyak pohon cemara, munculah seorang tentara membawa bendera. Yach itulah "Bendera Jepang". Orang itu berteriak sangat keras
"YAaaaaaa........"
Lalu di belakangnya belasan prajurit mengikutinya dengan semangat yg tinggi. Lama kelamaan puluhan orang menyerbu ke arah barat. Tank pun tak ketinggalan mengikuti langkah mereka.
dimulai dari seorang pasukan, belasan, puluhan, ratusan, sampai ribuan memadati area kosong itu. Senapan serbu, shotgun, senapan mesin mereka bawa. Tank dengan cepat melangkah menuju barat. Tanah tandus mereka langkahi sampai membekas.
Itulah pasukan Jepang, mereka dengan serentak berlari menyerang pasukan Kaji Syueb.
"SIAPKAN BIDIKAN!!!!" teriak komando resimen. Melihat jumlah pasukan jepang yg sangat fantastik memadati medan perang, resimen tameng yg berada di bukit barat dengan sigap membidik ribuan pasukan yg siap menyerangnya.
Teriakan perang pasukan Jepang terdengar sudah oleh divisi macan putih lainya di balik bukit itu. Jantung Toski merasa berdetak menantikan perang ini. "Wahhh kayaknya seru nich" bisik Bajang terhadap Toski, tapi Toski sepertinya tidak mempedulikanya.
500 meter
Mereka berlari, menyerbu, mengangkat senjata, membidik ke pasukan kaji syueb.
400 meter
Tampak tank2 mengarahkan meriamnya ke bukit barat. Di dalam salah satu tank itu, terlihat seorang tentara dengan semangat bagaikan matahari terbit yg membara.
300 meter
Pasukan tameng kaji syueb melihat segerombolan tentara Jepang. Mereka terlihat dibantu oleh kekuatan dewa mereka. "Amaterasu" atau Matahari yg terbit di belakang mereka. Di pasukan tameng ada yg berdzikir, ada yg memohon bantuan Tuhan, dan banyak juga penduduk jepang yg menjadi pasukan tameng kaji syueb. Walaupun mereka iba akan membunuh saudara sebangsanya itu, tetapi mereka lakukan itu demi kedamaian dunia dari ancaman PPU.
200 meter
senapan jepang siap membidik, dan mulai "menembak". Satu tembakan senapan pertama tendengar sudah oleh semua pasukan. Keringat semakin banyak di area yg dingin ini. Kemudian diikuti oleh tembakan2 lainya yg begitu hebat. Satu, dua, tiga, lima, tujuh, belasan prajurit tertembak. Ada yg terluka dan ada yg tewas.
100 meter
dibelakan barisan terdepan pasukan jepang, tank pun mulai menembakkan meriamnya. Menghancurkan pertahanan bukit kaji syueb. Ledakan artileri jepang diperparah lagi oleh ledakan meriam tank jepang. Benar2 heboh, tembakan demi tembakan tiada henti menyerang mereka.
Dibalik bukit itu, nampak pasukan lainya mendengar suara senapan dahsyat. Dan mereka masih diam menunggu perintah komandan. Wajah Toski yg tadinya santai menjadi tegang.
50 meter
komandan tameng: TEMBAKKKKKK!!!!
pemimpin selatan: TEEEMBAAAKKK!!!!
pemimpin utara: TEMMMBAKKK!!!!
prajurit bagian belakang: TAWURRRR!!!!
prajurit bagian depan: Ga44YAANGGG!!!!
prajurit bagian kanan: TEEMMBAKKKKKK!!!!!
bajang: Sudah kuduga kan Tos, pasti pertempuranya seru ;D (Toski pun menatap bajang)
Suara senapan mesin dan senapan serbu menembaki pasukan Jepang, langsung mereka dibantai. Tewas seketika.
YAAAAAHHHHH!!!!!!!!!
Teriak pasukan Kaji Syueb beraksi menghancurkan pasukan Jepang! Terlihat juga seorang tentara pembawa bendera yg muncul pertama terkena peluru di dadanya. Benar2 dahsyat!!!
Pasukan Jepang dengan serbuan mautnya mulai mendaki lembah itu. Lalu berteriaklah komandan "GRANATTTT!!!!" Pasukan menyiapkan granat, mencabutnya, dan dengan serentak melemparkan ke pasukan Jepang. Meledaklah sudah area lembah itu. Sampai2 ada yg kejeritan terbakar akan ledaknya itu.
Tetapi Tank2 pun mulai mendekati area bukit barat. Dengan sigap komandan merintahkan prajuritnya "BAZOOOKAAAAA!!!" dengan memangkul bazokanya masing2, mengarahkanya ke arah tank. Walaupun tank masih tetap saja menembaknya, mereka pun juga siap membalas menembakkan bazoka.
"TEMBAKKK!!!" meluncurlah ratusan roket bazoka. Meledaklah sudah tank2 perkasa Jepang. Besi2 kokoh yg melekat pada kendaraan itu sekarang bagaikan kaleng kosong yg berkarat. Walaupun masih ada yg masih bertahan, tapi kebanyakan tidak mampu untuk melakukan penyerangan.
"MUNDUR 10 LANGKAH!" Komandan memerintahkan prajuritnya untuk mundur 10 langkah. Pasukan mendaki bukit, anatar mereka saling tembak menembak. Korban berjatuhan di antara kedua pihak. Terlihat pasukan yg sedang mundur ditembak sejauh 10 meter, tinggallah sudah mereka yg tewas.
"MUNDUR 20 LANGKAH!" resimen tameng mundur dari tempatnya. Sambil mundur mereka menembaki pasukan Jepang. Sungguh mereka tidak tahu berapa banyak langkah yg mereka munduri.
"MUNDUR 30 LANGKAH!" sebenarnya bukan benar2 mundur 30 langkah, tapi itu adalah perintah komandan untuk menuju ke puncak bukit.
Di puncak itu, para prajurit kaji syueb lainya melihat dengan jelas ribuan resimen tameng yg sepertinya terdesak oleh musuh.
Banyak sekali pasukan Jepang yg telah mendaki bukit itu, mereka terlihat bagaikan semut yg mengincar makanan.
Di saat resimen tameng tedesak, salah satu prajurit khusus memegang detonator. Ternyata eh ternyata di bukit itu terdapat bom yg siap meledak. Bom nirkabel yg siap dipacu oleh sinyal detonator.
"Mati kau!" kutuk seorang prajurit yg telah menekan tombol detonator itu.
Meledaklah bom2 itu, menguncang pasukan jepang. Pasukan jepang terbakar, tank2 hancur, panik pun melanda mereka.
Di bukit timur, mereka pasukan jepang melihat lembah yg terbakar bagaikan gunung berapi mengeluarkan laharnya. Izao yg berada di bukit timur melihat kejadian ini.
Lalu pasukan yg telah melewati lembah itu, terjebak oleh "Tembok Api". Tidak ada cara lain keluar dari jebakan maut ini. Ke belakang mereka hangus, ke depan mereka diserang. Dan sayang pasukan jepang lainya tidak dapat membantu mereka. Inilah taktik Kaji Syueb memancing pasukan menuju jebakan tembok apinya.
Di puncak bukit barat, seorang prajurit mengibarkan sebuah bendera. Bendera merah gelap, yaitu sebuah pertanda bagi pasukan kaji syueb.
Komandan resimen tombak: Pasukan tombak! SERANGGGGGG!!!!!!!!!
Pasukan bantuan tiba, menyerang pasukan Jepang dengan senjata2 yg lebih hebat daripada sebelumnya. Belasan tank digerakan dengan mudah dari balik bukit yg agak curam dengan bantuan jalan yg telah dibuat.
komandan tameng: MAJUUUU!!!!!
Pasukan tameng dan pasukan tombak bersatu siap menggetarkan musuh. Melihat serangan balik ini, pasukan jepang bergetar tidak bisa apa2.
komandan: TEMBAKKKK!!!!
serangan senapan menembak mereka dengan membabi buta, menghancurkan musuh2 yg melewati bukit ini. Jepang pun membalas menembak, tetapi mereka masih belum mampu menghancurkan pasukan tombak dan tameng. Penyisiran demi penyisiran, musuh hancur dengan mudah tanpa bekas. Musuh yg lari terbakar oleh api itu. Hancur sudah semua pasukan jepang di lembah ini. Lalu 5 truk pemadam kebakaran yg terlihat tua memadamkan tembok api itu. Siap menuju medan tempur sebenarnya.
.
.
.
.
Kemudian seseorang mengibarkan bendera merah lagi. Sebuah pertanda bagi pasukan selanjutnya.
Bajang: Toski! Ini pertempuran seru kan, jawab dong?
dan Toski pun berkata......
Toski: Yach 8)
Toski yg memiliki bazoka kesanyangan di punggungnya itu berdiri dari rundukanya, sambil mengangkat tangan kananya dan mengangkat senjata serbu di tangan kirinya, lalu dia menunjukan telunjuknya ke arah matahari dengan teriakan komandan yg keras "SERANGGGGGG!!!!!!!!!"
Pasukan Pedang Macan Putih menuju medan perang. Dengan berlari-lari menyerbu musuh, mereka bagaikan Singa kelaparan menyerang mangsa. Pasukan yg dipimpin oleh Toski ini menuju puncak bukit.
Mereka pun melihat dengan jelas medan dahsyat yg tak karuan itu, tetapi bukan ketakutan yg mereka rasakan, tetapi jiwa semangat perang yg menyertai mereka untuk menghancurkan musuh2nya.
Mereka pun turun dari bukit dengan cepat, bagaikan malaikat maut turun dari langit mencabut nyawa.
Pasukan jepang melihat kekuatan pasukan ini yg sangat fantastik dibantu oleh puluhan tank, musuh dibuat bergetar.
Api sudah mulai padam, resimen tameng masih tetap mempertahankan posisi di bukit ini. Sementara itu pasukan tombak dan pedang bersatu menuju medan perang yg sebenarnya, yaitu "Medan 2 Lembah".
SIBERIA BERGOYANG
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar