Kamis, 10 Januari 2013

Hany Sang Fotografer


19 Mei 2024, 08.30

Hongkong adalah tempat dimana bisnis masih berjalan di era perang dunia 3. Hongkong masih dikuasai oleh PPU, tapi kehidupan di sana tetap makmur. Banyak sekali bisnis2 negara Indonesia yg eksis disana berkat PPU. Seperti Pak Jo, Mie bakar Khusein, Pabrik baja Herliman, dll. Tapi hebatnya di sana adalah pusat dari koran harian yg terkenal di dunia, koran ini lebih membahas tentang perperangan di dunia ini (walaupun ada yg membahas yg lainya kayak tekno, sex, automotif, olahraga, dll). Dan hebatnya terdapat dlm 98 Bahasa (walaupun ada yg kurang tepat informasinya). Itulah harian "The Battle Day".


Battle Day sangatlah terkenal, mereka exis pada 2020. Battle Day sebenarnya cabang dari New York Times, tapi ketenaranya mengalahkan NYT, sehingga mendirikan pusat sendiri di Hongkong. Di dalam ruangan kepala redaksi, tampak sang kepala redaksi berada di dalam ruangan. Namanya adalah Pak Ayong, seorang guru kesenian yg menjadi kepala harian terkenal tersebut. Dia sedang ngopi dan membaca koran2 yg ada. Kemudian di depan pintu ruangan tersebut ada seorang karyawan.

Battle Day memiliki salah satu karyawan yg cukup handal dlm hal memotret, pengalaman kerjanya sudah 1 tahun di harian itu. Ya, dialah Hany sang fotografer handal. Tapi sayang saat di markasnya kayak korban kebakaran.

Pak Ayong: Masuk!
Hany: Assalamualaikum (membuka pintu).
Pak Ayong: Waalaikum. Ya Allah! Sapa disana, keluar, keluar.
Hany: Ya Allah pak, ini saya pak Hany!
Pak Ayong: Hah! Kok dirimu bisa gosong han?
Hany: Kena meriam pak :'(
Pak Ayong: Haduhhh han han, mangkanya hati-hati. Gimana hasil potretnya han?
Hany: Ya rusak pak. Kena meriam :'0
Pak Ayong: Ampun, ampun (tangan kananya sambil memegang dahinya). Gimana nich han, Battle Day nanti kalah pamor sama NYT.
Hany: Maaf pak ini cuma kecelakaan, sekali lagi saya minta maaf.

Seperti OPU dengan PPU, perperangan ini juga melibatkan perang jurnalis antara TBD dan NYT (walaupun mereka berdua netral terhadap PPU dan OPU).

Pak Ayong: Hmmmm, kesalahanmu diampuni dengan satu syarat. Kau harus ditugaskan kembali.
Hany: Beneran ni pak, cius amat? Makasih pak, makasih. Dengan senang hati pak aku akan melakukan yg terbaik untuk Battle Day.
Pak Ayong: Terserah Han.

Bagi Hany penugasan adalah hal terpenting dalam hidupnya, walaupun bagi pak Ayong itu adalah sebuah hukuman.

Pak Ayong: Ya, aku memiliki tugas untuk menyelidiki kota dimana Dog Raider tinggal, yaitu "DogCage".
Hany: DogCage, bukanya disana sangat berbahaya bos?
Pak Ayong: Katanya dengan senang hati?
Hany: Iya bos.
Pak Ayong: Aku ingin kau menyelidiki suatu rahasia Dog Raiders, bagaimana mereka mengendalikan para anjing untuk melakukan perperangan.
Hany: Hmmm, sepertinya berat bos, daripada memotret pasukan Kaji Syueb.
Pak Ayong: Sudahlah, para pembaca mengiginkan rahasia ini, laksanakan perintah.
Hany: Siap pak! (sambil hormat militer, dan langsung keluar menuju pintu).

Dalam hati Hany, dia merasa ini tugas yg sangat berat. Tapi dia percaya, dia akan mendapatkan rahasia The Dog Raiders. Setelah Hany keluar dari gedung kerjanya dan berada di trotoar jalan, ada seorang ibu muda membawa anak kecil berusia 5 tahun. Si anak itu melihat Hany dan berkata kepada ibunya.

Anak: ibu, itu yach yg namanya mayat hidup keluar dari kubur karena disiksa malaikat?
Ibu: Hush, gk boleh ngomong begitu.
Anak: Kok hitem kayak gitu bu?
Ibu: Gk tahu, mungkin orang gila kali, ayo ke sana.
Anak: Ya bu.

Kemudian dlm hati, hany berkata
Hany: Dasar anak gk tahu diri, ibunya juga begitu ngatain gue mayat kek, orang gila kek, disiksa kek. Huhhffftt anak jaman sekarang (2024) sukanya nonton film hantu melulu.

#info, tahun 2024 hantu Indonesia sangat terkenal di seluruh dunia.

Hany: Hmmm, kayaknya aku mandi dulu -_-


BERSAMBUNG

Tidak ada komentar: