Kamis, 10 Januari 2013

Kemarahan


18 Mei 2024, 20.30 WIB

Kemenangan OPU dalam pertempuran Siberia, membuat dunia akan heboh dengan berita ini. Ini berarti ekspansi OPU menuju ke eropa akan terjadi. Padahal Eropa adalah daerah yg jarang disentuh oleh OPU. Igun Dmitry seorang ditaktor "New Sovyiet" sangat khawatir dengan kedatangan Macan putih yg akan menghancurkan pemerintahanya. Selama ini igun berkomplot dengan PPU dan dibenci oleh rakyatnya karena sering dibantai. Perdana Mentri Jepang Hayate Izuma sangat kecewa dengan pasukan Jepang yg gagal mempertahankan Siberia. Dia juga khawatir akan rusaknya hubungan Jepang dengan Sovyiet. Daripada kedua orang itu ada yg lebih jengkel atas kabar ini, dia ada di sebuah markas utama PPU di Surabaya. Dia tidak lain adalah sang pemimpin tertinggi PPU, ya itulah dia Asad Ardyansah.


Asad: BODOH! Kenapa mereka harus kalah dengan Pemberontak Macan Putih Kaji Syueb. Bukankah Jepang mempunyai kekuatan yg besar dan dana yg banyak yg pastinya dapat menghancurkan mereka???

lalu di ruangan itu ada Nanin Rahmawati, seorang sekretaris atau asisten pribadi Asad.

Nanin: Sabar Sad.... Mungkin ini sudah takdir yg maha kuasa.
Asad: Yach gak bisa gitu KALE!
Nanin: Harus gimana lagi sad, mereka mempunyai prajurit yg sangat tangguh.
Asad: Hahhh, "AntiTank". Setangguh apapun mereka, seharusnya mereka kalah pada pertempuran kemarin. Ini akan menjadi bencana.
Nanin: Mungkin dirimu kurang amal ibadahnya sad, mangkanya kalah terusssss.
Asad: Dirimu ada di pihak mana sich? ~_~
Nanin: Yach di pihakmu lach, masak di pihak OPU. Itu cuma himbauan, agar PPU bisa menang.
Asad: Hahhh kau sama sekali tidak tahu tentang Rahasia di "Ruang Satu", jadi jangan sok nasehatin aku!
Nanin: Emangnya "Ruang Satu" tersimpan rahasia apa sich bos?
Asad: Gak usah ditanya, nanti kau malah ngoceh setelah tahu rahasianya. Oh yach pada saat ini kau kurang sopan kepada para pejabat tinggi PPU, benahi kelakuanmu atau kau akan kuPECAT!
Nanin: Pecat saja sana, lagian yang butuh sini itu situ kok!
Asad: Plakkkk, Terserah -_-'

Setelah perbincangan aneh kedua petinggi PPU, tiba-tiba lampu ruangan Pemimpin PPU mati nyala mati nyala berkali-kali.

Nanin: Loch sad, kok ruangan ini mati2 terus? Belum bayar tagihan listrik yach sad!
Asad: GUNDULMU! Sudah tahu pakai pembangkit listrik sendiri. Yach mungkin ada gangguan listrik nich.
Nanin: Wahhh ternyata PLN PPU lebih amatir ketimbang PLN Negara ternyata.
Asad: Yach gak lach.... Atau jangan-jangan......

Kemudian pintu utama ruangan itu terbuka, dan munculah angin menghembuskan ruangan itu. Asad dan Nanin pun terhembus oleh angin yg lumayan kencang itu.

Asad: WOYYYY, Gak usah pakai spesial efek woyyyy!!!!

"Hahahahaha"
tiba2 terdengar suara tawa. Lalu di depan pintu, munculah sinar yg menyilaukan.

Asad: Kenapa kau datang ke sini!
Suara: Karena kau payah asad!
Asad: Jangan sok hebat kau!
Suara: Hahahahahaha.

Lalu angin pun berhenti, dan lampu kembali normal. "Terima kasih bilang aku sok hebat, tapi aku tertawa bukan merasa sok hebat. Melainkan dirimu saja yang PAYAH hahahaha!!!" Lalu cahaya misterius itupun hilang, dan di depan pintu munculah sesosok pria yg tampangnya (agak) ganteng. Itulah dia sang pemimpin Partai Laron yg sangat licik "Emir Musa".

Emir: Hahahaha, kasihan kasihan dirimu kalah dalam pertempuran Siberia.
Asad: Kekalahanku adalah kekalahanmu juga Emir.
Emir: Terus gue bilang WOW sambil makan ayam bakar renyah 5 menit lagi gitu?
Asad: Terserah -_-
Nanin: Ngapain loch Mir datang kesini, kami gak pinjem staples kok Mir.
Emir: GJB, siapa yg mau minjemin staples -_-
Nanin: Lalu ngapain kesini?
Emir: Saya Emir Musa merasa berbelasungkawa atas kekalahan kalian.
Asad: Hah, belasungkawa saja sampai buat efek khusus, mending sono buat film saja.
Emir: Hey, aku tidak hanya belasungkawa saja.
Nanin: Kami tahu kok Mir, utang pulsa mu dari Anis sudah lunas kok.
Emir: Plakkk, bukan itu. Aku mempunyai informasi penting buat kalian semua.
Nanin: Apa itu?
Emir: KS-9 "AntiTank"

kemudian semua terdiam lalu asad pun....
Asad: Hahahahaha, mir, Mir. Aku sudah tahu semua informasi mengenai AntiTank. Mereka semua tinggal 6 yg asalnya ada 9 karena ditinggal dan gugur. Bayu, saat ini ada dalam misi di Eropa. Sehingga bisa dikatakan ada 5 AntiTank yg bertempur di Siberia, orang yg membunuh Izao adalah Toski Vangroyed asal Rusia dengan Bazokanya. Bukankah begitu.
Emir: Nilai anda masih 60 bro! Jadi informasi anda salah wakakakaka.
Asad: Lach, yg benar gimana?
Emir: Ketahuilah ada 4 AntiTank yg bertempur dalam pertempuran tadi.
Asad: Maksudnya?
Emir: Cuma ada Toski, Bajang, Laksmi, dan Bayu.
Asad: Hehhh? Bayu¿
Emir: Ya, Bayu telah kembali dari Eropa. Dia kemudian ditempatkan di Legiun Kaji Syueb, dan Bayu lah yg membunuh Izao bukan Toski.
Asad: Hahh, benarkah begitu? Benar-benar ironi bila Bayu membunuh salah satu pembunuh gurunya.
Emir: Hahaha aku suka sebuah cerita dimana sang murid membalas dendam membunuh sang pembunuh gurunya, apalagi sang pembunuh adalah kawan sang murid juga murid dari sang guru. Semoga ini berlaku untuk mereka The Betrayals yg membunuh guru kita! (dengan nada agak marah)
Nanin: (Diam saja)
Asad: Kalau cuma ber-4, lalu dimanakah Husein dan Nabil?

Lalu munculah suara tawa kecil dari mulut Emir.
Asad: Kenapa kau mir?
Emir: Tidak kau tahu kan, hehehe.
Asad: Hey apa yg terjadi dengan mereka?
Emir: Mau tahu ajach, hehehe. (sambil menggeleng-geleng kepala tidak kuat menahan tawa)
Asad: Kau yg melakukanya ya? Ayo jawab apa yg terjadi?
Nanin: Sudah mir jawab saja, atau kami usir kau.
Emir: hehehe baiklah-baiklah, kau mau tahu apa yg terjadi?
Asad: ...........
Emir: Mereka berdua dikirim ke Tibet untuk melaksanakan sebuah misi.
Asad: Misi apakah itu?
Emir: Kau tidak perlu tahu, tapi kau tahu apa yg terjadi dengan mereka di tengah perjalanan.
Asad: Apakah kau........
Emir: Yach mereka berdua telah dibom oleh pesawat mata2ku, dan mereka mati hangus terbakar hahahahaha. (sambil mendongakkan kepala)
Asad: Hahh benarkah itu? Sadis kau mir!
Nanin: Kenapa kau mengebomnya, apakah itu misi yg sangat penting?
Emir: Sudah kubilang kalian tidak perlu tahu itu misi apa, yg jelas kekuatan pemberontak makin berkurang. Husein dan Nabil adalah pahlawan bagi pemberontak, bila mereka berdua meninggal, itu akan mengakibatkan mental prajurit OPU down. Terutama AntiTank.
Asad: Jadi cuma itu tujuanmu mengebom mereka, agar mental pemberontak lemah.
Emir: Bisa dibilang begitu.

Tetapi dlm pikiran Asad, ada hal yg disembunyikan oleh Emir, yaitu misi Husein dan Nabil. Dan itu bisa menyangkut kehancuran PPU. Tapi Asad tidak mau lebih lanjut menanyakan hal itu karena Emir pasti tidak memberitahukanya, Asad tanya ke hal lain seputar kematian Husein dan Nabil.

Asad: Lalu apakah kau melakukan pengecekan terhadap mereka, apakah mereka masih hidup atau mati.
Emir: Tidak, aku tidak mau melakukan pengecekan. Lagian aku yakin mereka pasti mati.
Asad: PD kau mir!
Emir: Oh yach satu lagi yg menarik, sebelum kami mengebomnya, mata2 melihat mereka berdua bersama Dog Raiders.
Nanin: Lalu mereka ikut kena bom Mir?
Emir: Ya iyalah, mereka juga hangus terbakar.
Nanin: Bukankah itu akan mengacaukan hubungan kita dengan aliansi.
Emir: Yg penting mereka tidak tahu, kalau kami yg mengebomnya. Lagian sana (dog raiders) bukanlah orang penting (alias pejabat).
Nanin: Hmmmm.....
Emir: Oh ya, sudah dulu perjumpaan kita. Aku akan kembali ke markasku sendiri. Semoga informasi yg kuberikan bermanfaat.

Lalu Emir Musa berjalan menuju ke pintu, dan keluar di ruangan ini. Tapi Asad dalam hatinya merasakan "Kemarahan" atas informasi yg diberikan ini. Dan dalam hatinya dia berkata "Awas kau Mir, suatu hari nanti kau akan kuhancurkan."


BERSAMBUNG

Tidak ada komentar: