27 Mei 2024, Pukul 08.11 waktu Siberia.
Seorang intelijen pasukan berlari menuju ke pasukan Macan Putih Kaji Syueb. Lalu salah satu penjaga melihat intelijen itu.
Tampak, prajurit mata2 itu tergesa-gesa ingin bertemu perwira tinggi. Lalu sang penjaga mempersilahkan masuk. Langsung sang mata2 menuju ke tenda besar komando.
Di tenda besar komando, semua perwira yg duduk dan berhadapan di meja panjang melakukan musyawarah militer. Mereka semua tampak diam saja, belum menentukan keputusan yg tepat. Lalu seseorang masuk ke tenda, yaitu mata2 itu. Tampa pamit dulu dia berkata "SILO Nuklirnya telah dihancurkan, tidak ada siapapun dan tidak ada benda apapun di sana." Semua orang pun kaget.
Syueb: Ok, mana foto2nya
Mata2: Ini foto2nya. (sambil menyerahkan hasil pengamatan).
Syueb: Benar pemirsa, ternyata peluncuran rudal nuklir telah dihancurkan. (sambil mengamati foto, tapi ada yg aneh) Loch apa ini O_o
Semua: Hah? (penasaran) o_O
Syueb: Lucu sekali serigalanya, masih kecil ya. Unyu-unyu.... :3 (sambil menunjukkan foto serigala liar kecil dipeluk sama mata2 itu sambil mengacungkan jempol)
Semua: YaaaaaAAAA... -_-
Mata2: Hehehe, maaf sedikit narsis kan gak apa2 :3
Syueb: IYa, nich fotonya. Simpan sebagai kenang2an. Penjaga! Antar dia (mata2) di UKS, mungkin dia terkena radiasi. (sambil menyerahkan foto)
Mata2: Baik komandan, terima kasih. (menerima foto, hormat, dan diantarkan ke UKS).
Kemudian, para perwira yg terdiri dari 20 kapten dan 1 kolonel itu mulai mengobrol. Mereka satu sama lain berbincang mengenai hal itu, sambil tengok kanan dan tengok kiri. Mereka berbisik "sudah kuduga, fasilitas nuklir pasti dihancurkan", "apakah kita menyerang Moskow?", "Ini akan menjadi sulit", "lebih baik kita ke divisi rubah merah", dll.
Musyawarah militer di dalam pasukan selalu dilakukan oleh semua pasukan yg diwakili oleh para perwira menengah dan kolonel kaji syueb. Musyawarah ini bertujuan untuk menentukan pilihan yg tepat bagi pergerakan pasukan, apakah menyerang atau mundur. Sekarang adalah Musyawarah militer mengenai apakah pasukan macan putih melawan New Sovyiet. New Sovyiet dikatakan sebagai negara pembaruhan Sovyiet lama yg terpecah belah.
Ocehan-ocehan mereka membuat komandan terdiam sejenak, menutup mata, dan memikirkan sesuatu "Haduhhh, kenapa ya aku masih saja berpangkat kolonel? Padahal aku, Andi, Ahmad, dan Bambang sudah memimpin divisi dan seharusnya menjadi Jenderal? Dan para kapten seperti Toski dan Beny harusnya menjadi kolonel? Hahhh dasar Gilbert, kau ini memang memihak OPU tapi tidak memihakku :( 'PHP'."
Lalu setelah terdiam sejenak, sang komandan pun berkata.....
Syueb: OK, jadi apa pendapat kalian?
Kemudian seorang Kapten mengacungkan tangan, mengajukan pertanyaan.
Syueb: Silakan bertanya!
Kapten Rahman: Sebelumnya saya ingin bertanya kepada anda kolonel. Tentang penawaran Igun untuk menjadikanmu sebagai legiun sovyiet. Apakah anda merasa tertarik?
Syueb: Tentu saja tidak kapten.
Kapten Rahman: Yach, aku sich merasa kasihan pada anda. Sudah 5 tahun gak dijadi.in Jenderal, kan lumayan tuch ada yg nawar jadi Jenderal. :D
Semua: HahahaHAha..... :D
Syueb: Hahaha gundulmu cah, saya sudah PW dengan nama Kolonel kok :p
Rahman: Hahaha, saya bercanda kok. Menurutku itu cuma tipu muslihat saja dari Igun. Aku tidak yakin dengan dia, bisa jadi dia akan menyerang balik kita bila kita menjadi tentaranya.
Syueb: Hmmm, benar juga. Jadi apa pendapatmu.
Rahman: Menurutku kita serang saja Moskow, tapi kita mencari dulu Aliansi yg tepat yg mengetahui seluk beluk Rusia.
Lalu seseorang memotong pembicaraan, dan menyerang pendapat Kapten Rahman.
Kapten Herald: Menurutku itu tidak perlu, bukankah kita telah mengirim tim pemantauan dan penjelajahan ke seluruh Eropa dan Rusia yg dipimpin oleh letnan Bayu beberapa bulan yg lalu?
Rahman: Tidak bisa begitu Herald. Bisa jadi musuh telah merubah rencana sehingga sulit untuk diserang, contohnya penghancuran SILO. Jadi apa salahnya mencari Aliansi, Agar pergerakan kita menjadi lebih cepat, tepat, dan terarah?
Herald: Ya kau benar Rahman, tapi Aliansi mana??? Di sekitar Sovyiet, semua negara mendukung PPU. Rubah Merah sekarang sibuk mempertahankan benteng. Jadi aliansi apa???
Rahman: Pemberontak?
Herald: Haloooo, Vansicov telah mengahancurkan pergerakan mereka. Sehingga, kemungkinan kecil pemberontakan tidak terjadi!
Toski: Kau salah besar Herald!!!
Herald dan Rahman: (menengok Toski)
Toski: Para pemberontak, oh maksudku para pejuang Sovyiet masih ada! Kawan2ku yg rela mati masih ada di sana. Selama merah belum luntur, Sovyiet masih berjaya dan bukan dipimpin oleh Igun!!!
Herald: Ya, aku tahu sebagaian dari kawan2mu adalah pemb,, ehmm maksudku pejuang. Tapi bukankah sebagaian dari kawanmu ada juga yg menjadi musuhmu, pihak PPU? Terimalah kenyataan yg pahit itu Toski!
Toski: Ya, ya, ya. Aku tahu kalau sebagaian dari mereka ada yg memihak Igun, dan untungnya aku menerima kenyataan yg katamu pahit itu! Tapi aku merasa seluruh rakyat Sovyiet dan Rusia membenci Igun, dia tidak pantas dijajarkan oleh pemimpin2 besar kami mulai dari Lenin sampai Putin!!!
Herald: Hey, ketahuilah komunis! Igun, Putin dan Lenin itu sama saja pembunuh!!!
Toski: Dasar Kapitalis!!! Kau tahu apa tentang negaraku!!!
Syueb: Sudah, sudah!!! Jangan memperlibatkan masalah ideologi di sini! Kita adalah sama2 kawan, musuh kita ada di sana KaWAN!! Ok, saya setuju dengan pendapat Kapten Rahman, kita menyerang Moskow dengan bantuan pejuang. Tapi, bila kita tidak mempunyai aliansi, mau tidak mau kita harus berperang sendiri. Ok ada pendapat lainya?
Herald: Ok, aku setuju. (lalu menengok Toski dan berkata) Dasar Rusia!
Toski: Dasar Inggris!
Syueb: Hush!!!
Lalu seorang kapten lainya mengemukakan sebuah pendapat.
Kapten Merlin: Saya mempunyai pendapat yg berbeda dengan Kapten Rahman dan Kapten Herald.
Syueb: Pendapat apa itu, Kapten Merlin?
Merlin: Lebih baik kita mundur saja, dan menuju ke benteng Rubah Merah!
Syueb: Lah? Apa alasan anda kapten?
Merlin: Pertama, tentunya jumlah pasukan yg sangat banyak dari Rusia dan Jepang. Bisa jadi akan melemahkan kondisi mental dan fisik pasukan. Tapi menurutku itu bisa diatasi. Kedua, soal Rubah Merah. Kita akan kembali ke Markas Rubah Merah untuk mempertahankan benteng mereka. Anda pasti tahu suatu saat, Rubah Merah akan melawan serangan lanjutan dari pasukan yg paling kuat, yaitu Naga Merah yg dipimpin oleh Jenderal Don Vegas. Jadi bila kita selesai melawan Jenderal Don Vegas, kita akan ajak pasukan Rubah Merah untuk melawan New Sovyiet.
Syueb: Ya, saya tahu. Kemungkinan besar Naga Merah akan menyerang benteng Rubah Merah! Oh ya Kapten!
Merlin: Apa?
Syueb: Tolong jangan sebut Jenderal pada Don Vegas, aku merasa tersinggung!
Semua: HahahaHAH,,, :D
Beny: Yaaa, iri ni ye gak dapet nama jenderal 8D
Syueb: Hahaha, Hush diam ben. Di sini juga masih kapten, bukan kolonel :D
Merlin: Hahaha, yayaya maaf tidak sengaja membandingkan anda dengan rival anda :D.
Syueb: Hemmm, tapi maaf Merlin. Saya tidak setuju dengan pendapat anda. Alasanya adalah, saya yakin dengan semangat tempur pasukan kita. Kau pasti yakin kan?
Merlin: Tentu saja.
Syueb: Jadi tidak masalah dengan alasan pertama, kita pasti menghancurkan mereka! Alasan kedua adalah bila kita menuju ke Rubah Merah untuk mempertahankan benteng itu. Bukan hanya Naga Merah yg akan menyerang kita, tapi pasukan Sovyiet dan Jepang akan menyerang juga.
Merlin: Tapi yang aku takutkan bila Naga Merah berhasil mengalahkan Rubah Merah. Bisa dipastikan Naga Merah akan menyerang kita dan tidak hanya merepotkan tapi sangat berbahaya bagi kita.
Syueb: Ya kau memang benar. Tapi percayalah pada semangat pasukan Rubah Merah yang dipimpin oleh Ahmad Solo. Saya yakin mereka mampu bertahan dari serangan pasukan Don Vegas.
Merlin: Saya percaya.
Syueb: Walaupun begitu bila kita cepat2 menguasai Moskow, kita bisa juga membantu pasukan Rubah Merah untuk menghadapi Naga Merah. Kan lumayan kita bisa memiliki peralatan tempur yg canggih dari Rusia dan Sovyiet.
Merlin: Baiklah komandan, terima kasih.
Syueb: Sama-sama. Ok ada intruksi yang lain?
Semua: (terdiam)
Syueb: Ayolah para kapten, apakah ada pendapat.
Kemudian seorang kapten mengacungkan tangan.
Syueb: Ok Beny, apa pendapatmu?
Beny: Sebenarnya ini bukan pendapat, tapi pertanyaan. Apa yang kau maksud dengan "penawaran" yang kau katakan pada saat peristiwa ledakan peluru bazoka itu tadi?
Kemudian semuanya terdiam, bertanya-tanya apa yg dimaksud dengan "penawaran." Lalu komandan Kaji Syueb bertanya balik kepada Beny..........
Syueb: Beny saya mau tanya, apa yg dikatakan rekaman Igun pada saat itu?
Beny: Dia memberimu "tantangan."
Syueb: Tantangan apa?
Beny: Melawan pasukan-pasukanya yg dipimpin oleh kamerad-kameradnya yg terbaik.
Syueb: Apa saja kekuatan dari masing2 pasukan.
Beny: Pasukan pertama dipimpim Michael Vansicov, pembasmi pemberontak dan memiliki artileri-artileri yg hebat. Pasukan kedua dipimpin oleh Yuri dan Aziwa, mereka memiliki pesawat tempur yg hebat dan mampu bertahan dari badai.
Syueb: Terus, apa lagi?
Beny: Pasukan ketiga dipimpin oleh Ivanov, pasukan paling kuat di Rusia "Pasukan Mammoth." Pasukan ini memiliki kehebatan menghancurkan apapun, katanya pasukan ini memiliki senjata canggih yg belum pernah diperlihatkan oleh perang sebelumnya.
Syueb: Sudah?
Beny: Eh, ya sudah.
Syueb: Jadi apakah itu?
Beny: Maksudnya?
Syueb: Maksudnya adalah, apakah yang kau omongkan itu sebuah tantangan?
Beny: Ya.
Syueb: Tapi menurutku itu bukanlah tantangan, itu adalah "penawaran."
Lalu semua terdiam, tidak mengerti apa yg dimaksud dengan Komandan Kaji Syueb. Penasaran, itulah yg mereka pikirkan.
Syueb: Bagi kalian, Igun memberikan tantangan. Tapi bagiku, Igun memberikanku penawaran.
Rahman: A, apa maksud anda komandan?
Syueb: Apakah kalian tadi mendengar "Artileri yg hebat", "pesawat tempur yg bertahan dari badai", "dan senjata canggih yg belum pernah diperlihatkan sebelumnya"? Bukankah itu penawaran?
Rahman: Maaf, aku kurang mengerti.
Seisi perwira bingung apa yg dikatakan oleh sang Kolonel, Toski pun juga begitu apa yg dibicarakan oleh Komandanya. Walaupun semua terdiam, tapi sang kolonel tersenyum. Dengan semangat Komandan besar Kaji Syueb berdiri dari duduknya, kemudian dia mengepalkan tanganya, dia berseru......
Syueb: Camkan omonganku kawan, inilah kesempatan kita untuk membebaskan dunia!!! "Kita rebut semua artileri, pesawat, dan senjata canggih itu. Karena Igun berbaik hati menawarkan kita. Itu adalah penawaran! Kita akan melakukan penawaran, dengan bertempur melawan mereka semua demi menguasai persenjataan mereka!!! Apa kalian paham???!!!"
Lalu semuanya melongok, benar-benar hal yang belum terpikirkan oleh semua Kapten. Mereka berpikir ini adalah sebuah masalah besar menghadapi kekuatan besar, tapi Kaji Syueb berpikir ini adalah benar-benar kesempatan besar untuk memperkuat pasukan!
Syueb: Ok, semuanya. Apa kalian setuju, melakukan "Bertempur untuk menawar???!!!"
Kemudian semua kapten merasa semangat dengan perkataan Komandan Kaji Syueb. Mereka pun berteriak satu persatu. "Saya setuju!", "mari kita lakukan penawaran!", "Benar-benar hebat, ayo kita lakukan!!!", "Kami semua setuju!!", "AYO BERPERANG!!!! DEMI PENAWARAN!!!".
"Hahahah, kalian benar2 hebat kawan. Ok kita setuju, kita serang Rusia dan Sovyiet!!!" Syueb menyemangati mereka, bagaikan singa yg mengaum.
Pasukan di luar tenda bingung, apa yg terjadi di dalam.
Pasukan 1: Hey bro, kira2 ada apa? Kok teriak-teriak?
Pasukan 2: Gak tahu tuch, mungkin ada diskon belanja di mall. Kok ada kata "penawaran"?
Kemudian para Perwira keluar dari tenda, semua pasukan yg mengelilinginya berdebar-debar. Apa keputusan dari mereka. Lalu Kaji Syueb keluar dan memberikan pidato.....
Syueb: Kawan-kawanku, para prajurit, dan saudara-saudaraku. Saya berterima kasih pada kalian, karena selalu ikut berperang untuk memberantas kejahatan dan menegakkan keadilan di muka bumi ini. Kita akan bertempur, tapi kita tidak akan terus melemah. KITA BERTEMPUR, DAN KITA AKAN TERUS KUAT KAWAN!!! Untuk itulah kawan!!! Jadilah para Macan yg selalu menjaga perdamaian dunia!!! Di tangan kitalah, masa depan dunia kita tentukan!!! Untuk itulah kami putuskan!!! "KITA BERPERANG MELAWAN NEW SOVYIET!!! SAYA ULANGI, KITA AKAN BERPERANG MELAWAN NEW SOVYIET!!!!!!!!" BERTERIAKLAH KAWAN!!! DEMI KEMENANGAN!!!!!!!!
"YAAAAAHHHHHHHHHHHH"
Semua pasukan berteriak, mereka sangat yakin mereka pasti menang. "Bertempur untuk Menawar" telah dimulai.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar