26 Mei 2024, pukul 10.11.
Alasan utama mengapa tim elit ahmad solo tidak diperbolehkan untuk keluar dari markas adalah mempertahankan benteng dari sebuah pasukan besar yg ditakuti di seluruh dunia ini. Pasukan ini berpusat di Beijing China. Mereka dikenal sangat kejam, tangguh, kuat, dan menghancurkan segalanya. Pasukan ini masih disebut divisi walaupun jumlahnya melebihi divisi alias "Field Armies", dan tersebar di seluruh dunia. Itulah pasukan PPU yg terhebat, "Pasukan Naga Merah". Pasukan Naga Merah dipimpin oleh salah satu elit PPU asal Meksiko dan Jenderal bintang 5, "Don Vegas" yg merupakan rival utama Kaji Syueb selama ada di PPU. Jadi bisa dibilang pasukan ini setara dengan pasukan macan putih.
Sama seperti macan putih yg memilik warrior bernama Toski, naga merah mempunyai prajurit hebat dan sangat tangguh. Prajurit itu dikabarkan hilang 2 tahun yg lalu. Konon katanya dia belajar ilmu beladiri di sebuah shaolin aliran kejahatan.
Lalu di sebuah markas rubah merah, tepatnya di ruang komando. Tampak Ahmad sendirian menatap gurun arah tenggara. Dia berpikir bahwa suatu saat naga merah akan menyerang benteng andalan PPU. Lalu pintu komando berketuk "tok, tok, tok".
Ahmad: Masuk!
pintu terbuka, ternyata kapten Yaza. Lalu dia memberi salam militer kepada Ahmad dan memberi sebuah laporan.
Yaza: Lapor komandan, kami telah menerima informasi dari tim AS-5 melalui pesan elektronik, bahwa mayat yg dicari dikabarkan hilang. Perkiraan sementara mayat masih hidup atau dicuri oleh orang lain. Mereka melakukan pencarian menuju ke kota Dogcage.
Lalu Ahmad malah tersenyum, padahal itu kabar yg tidak menggembirakan.
Ahmad: Bagus, bagus sekali. Aku harap mereka akan berhasil di sana.
Yaza: Maaf komandan, apa yg komandan maksud?
Ahmad: Bagiku, pada suatu hari nanti mereka akan menjadi tim yg hebat. Dan aku akan memang mengharapkan mereka menuju ke Dogcage.
Yaza: Kenapa komandan, aku masih belum mengerti?
Ahmad: Ketahuilah pada suatu hari nanti, pasukan naga merah akan menyerang
Yaza: Naga Merah, berarti komandan tidak ingin mereka terlibat.
Ahmad: Harus bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain apakah menghadapi naga merah atau mencari Husein dan Nabil
Yaza: Kenapa komandan, kenapa kau memilih mereka? Kenapa kau begitu percaya pada mereka?
Sambil menghela nafas, Ahmad berjalan kecil di ruangannya dan menatap langit di jendela kacanya. Sambil memejamkan mata, dia berkata.....
Ahmad: Karena mereka unik dan mereka lebih spesial daripada lainya.
Yaza: Hemb, memang :D
Ahmad: Kapten, kapan badai gurun akan datang?
Yaza: Menurut tim pemantau cuaca, mungkin sekitar satu bulan kemudian komandan.
Ahmad: Persiapkan dirimu untuk bertahan darinya.
Yaza: Ya komandan, kita telah menyiapkan pasokan logistik untuk menghadapi badai. Saya yakin kita dapat bertahan dari badai.
Ahmad: Bukan, bukan badai yang kumaksud.
Yaza: Maksud komandan?
Ahmad: Aku bukan mengkhawatirkan badai gurun yg akan mengguncang benteng ini. Melainkan sesuatu sesudah badai gurun.
Yaza: Maksudnya.... Oh, jangan-jangan yang komandan maksud itu...
Ahmad: Ya, sesuatu di balik badai itu. "Para Naga"
Yaza: Kalau yang itu, aku belum yakin apakah kita berhasil menghadapinya.
Ahmad: Semoga, semoga saja.
Ahmad masih menatap langit, berharap ada harapan bagi mereka.
..............................
Kemudian di kejauhan sana, tepatnya di sebuah kota yang ramai penduduknya. Ada seseorang yang memakai jas kulit hitam, celana jins hitam, berambut jeprak, berkaca mata hitam, dan memiliki luka di pipi kananya sedang duduk di atap menara pecakar langit. Tampangnya bagaikan seorang "RockStar". Dia memandang langit biru arah barat laut. Dengan ditiup angin kencang, orang ini tampak santai dan menikmati kerasnya hembusan angin ini. Dia berkata.........
Don Vegas: Wow, angin yg sangat kencang bukan. Tapi angin ini tidak sehebat Naga Merah, hehehehe....
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar